Ramah Tamah, dan Dialog Menteri ESDM RI Bersama Pemerintah Daerah dan Masyarakat di Distrik Yapen Utara

BuletinKita.Com, Yapen — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan kerja dalam rangka percepatan elektrifikasi di wilayah Distrik Yapen Utara, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan pertemuan, ramah tamah, dan dialog bersama pemerintah daerah dan masyarakat yang dilaksanakan di Kampung Tindaret pada hari Kamis, 24 Juli 2025.

Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap kehadiran Menteri ESDM di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya akses listrik yang merata sebagai bagian dari pembangunan yang adil dan berkelanjutan.

“Dengan adanya kunjungan Bapak Menteri, kami berharap masyarakat segera merasakan manfaat listrik, tidak hanya di Yapen Utara, tetapi juga di Yapen Barat dan Timur. Ini penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang unggul dan sejahtera, terutama bagi warga yang selama ini belum terjangkau listrik,” ujar Bupati.

Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, hadir bersama rombongan yang terdiri dari Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Ahmad Doli Kurnia, Ketua KADIN Papua Ronald Antonio, Dirjen Ketenagalistrikan Hisman P. Hutajulu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Staf Ahli Menteri ESDM Michael Wattimena dan Eminensi, serta jajaran direksi PLN lainnya termasuk DIRTNK PLN E. Haryadi dan DIRDIST PLN Arsyadany G. Akmalaputri. Hadir pula Ketua DPR Papua Denny Bonai dan Bupati Supiori Hieronimus Mansoben.

Dalam sambutannya, Menteri Bahlil menyatakan komitmennya untuk mewujudkan janji menghadirkan listrik bagi seluruh wilayah Kepulauan Yapen.

“Hari ini saya datang untuk menunaikan janji saya kepada Bupati, Kaka Benyamin Arisoy, untuk menerangi seluruh Kepulauan Yapen. Pembangunan akan dimulai tahun ini dan dilakukan secara bertahap. Tapi saya janji, dalam waktu tiga tahun akan selesai. Tidak perlu lama-lama,” tegas Menteri.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya setelah melihat langsung kondisi masyarakat yang masih menggunakan pelita sebagai sumber penerangan.

“Saya tadi ke rumah orang tua, bapak tua itu masih pakai pelita. Irian Jaya telah menjadi bagian dari Indonesia sejak Pepera tahun 1968 -1969, tapi saya jujur dari hati yang paling dalam, kita belum merdeka secara utuh jika masih banyak kampung yang hidup dalam kegelapan,” tambahnya.

Menteri Bahlil juga menyampaikan apresiasinya kepada PLN atas langkah cepat dalam mendukung program elektrifikasi, serta kepada Bupati Kepulauan Yapen yang terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

“Matahari terbit dari timur, jadi saya mulai dari timur,” tutup Bahlil dengan penuh semangat.

[MI.tinta]