Buletinkita.Com, Serui — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar Pelatihan Pengasapan Ikan selama tiga hari, mulai Rabu (12/11) hingga Jumat (14/11) 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan nelayan dan pelaku usaha kecil dalam mengolah hasil perikanan agar memiliki nilai tambah ekonomi.
Plt. Kepala Disperindag Kepulauan Yapen, H. Alwi Masse, S.Sos, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat pesisir melalui peningkatan kualitas produk olahan ikan.
“Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan peserta, mendorong terciptanya produk olahan ikan asap yang bermutu, serta memanfaatkan hasil perikanan lokal agar bernilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Alwi Masse.
Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan ini, terbagi dalam enam kelompok yang berasal dari Distrik Yapen Selatan, Kepulauan Ambai, dan Angkaisera. Kegiatan ini dibiayai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2025 yang dialokasikan dalam DPA Disperindag Kepulauan Yapen.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, SE., M.Si, dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten II Setda, Oktovianus Ayorbaba, SE., S.Sos., M.Si, menilai potensi sumber daya ikan di wilayah Yapen sangat besar dan perlu dikelola secara produktif.
“Pengasapan ikan bukan hanya teknik pengawetan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah dengan cita rasa khas dan daya jual tinggi,” katanya.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan keterampilan peserta dalam teknik pengasapan ikan yang higienis, memperkaya pengetahuan tentang pengolahan tradisional, serta mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk ikan asap di pasar lokal maupun luar daerah.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor perikanan laut, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Yapen Rumah Kita yang Unggul dan Sejahtera,” tambah Ayorbaba.
Salah satu peserta, Maria Mambay, pelaku usaha kecil asal Distrik Yapen Selatan, mengaku antusias mengikuti pelatihan ini.
“Kami sangat senang bisa belajar cara pengasapan ikan yang benar dan higienis. Biasanya kami hanya menggunakan cara tradisional, tapi lewat pelatihan ini kami jadi tahu teknik yang bisa membuat hasilnya lebih awet dan rasanya lebih enak,” ujarnya.
Ia berharap setelah pelatihan ini, para peserta dapat mengembangkan usaha ikan asap sebagai produk khas Yapen yang mampu bersaing di pasar lokal maupun luar daerah.
**[MI.tinta]

