Buletinkita.com, Kepulauan Yapen – Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoi, didampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Asisten Sekda, serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan, menghadiri pertemuan bersama para siswa SMA Kasih Bangsa Serui yang akan mengikuti ajang World Invention Competition and Exhibition (WICE) di SEGi University, Malaysia.
Dalam pertemuan tersebut, para siswa yang di dampingi langsung ketua Yayasan Sekolah Kasih Bangsa, dengan penuh semangat mempresentasikan hasil penelitian mereka yang mengangkat isu lingkungan, berjudul: “Dampak Salinitas terhadap Parasit Perkinsus spp pada Kerang Bakau di Kawasan Mangrove Aromarea.” Penelitian ini tidak hanya bertujuan meraih prestasi di kancah internasional, tetapi juga diharapkan dapat menjadi rekomendasi ilmiah bagi kebijakan konservasi lingkungan di wilayah Kepulauan Yapen.
Bupati Benyamin Arisoi menyambut baik capaian luar biasa ini yang menekankan pentingnya langkah-langkah serius dalam penanganan isu lingkungan, khususnya terkait pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang selama ini menjadi sumber pencemaran di kawasan Sarawandori dan Aromarea.
“TPA sangat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Berbagai penyakit bisa dengan mudah menyerang akibat pencemaran udara dan air. Penelitian ini sangat relevan dan menjadi pembanding berharga dengan kondisi lingkungan di Kampung Sasawa, Ransarnoni, hingga Ansus,” tegas Bupati Benyamin.
Sementara itu, Direktur Yayasan Sekolah Kasih Bangsa, Priskilla Candra Yanisab Putri, mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah yang telah memberi ruang bagi siswa untuk mempresentasikan langsung hasil penelitian mereka.
“Penelitian ini tidak hanya menjadi isu wacana, tetapi harus dibuktikan secara ilmiah. Ini adalah langkah awal agar lingkungan Kepulauan Yapen tetap terjaga,” jelas Priskilla.
Ia juga menambahkan bahwa proses seleksi siswa telah dilakukan dengan ketat, dan lima siswa terpilih akan menjadi bagian dari tim peneliti yang akan mewakili Indonesia dalam ajang tersebut.
Rencana Perjalanan:
16 September 2025: Tim berangkat menuju Surabaya, Jawa Timur, untuk mengikuti sesi uji materi dan pelatihan bersama para profesor.
22 September 2025: Tim dijadwalkan mempresentasikan hasil penelitian mereka di SEGi University, Malaysia, dalam ajang WICE 2025.
*[MI.tinta]

