BuletinKita.com – Bayangkan Anda masih bisa naik tangga tanpa ngos-ngosan di usia 85, bebas dari penyakit kronis, tidur nyenyak tiap malam, dan tetap semangat menyambut hari baru. Terlalu ideal? Tidak juga, menurut Dr. Eric Topol, pakar kesehatan terkemuka asal Amerika Serikat.
Dalam bukunya yang baru, Super Agers: An Evidence-Based Approach to Longevity, Dr. Topol membagikan hasil penelitian selama hampir 20 tahun terhadap lebih dari 1.400 orang berusia 80 tahun ke atas—semuanya hidup sehat tanpa kanker, jantung, atau alzheimer. Mengejutkannya, rahasia mereka bukan DNA super. “Ini bukan soal gen,” tegas Topol. “Saya sendiri harus mengubah cara hidup saya begitu menyadari itu.”
Olahraga, Bukan Opsi Tapi Kebutuhan
Topol mengakui dulu ia hanya mengandalkan latihan aerobik, seperti kebanyakan orang. Tapi kini, kekuatan dan keseimbangan jadi dua pilar baru dalam rutinitasnya. Hasilnya? “Saya merasa lebih kuat dari sebelumnya,” ujarnya. Ia mendorong siapa pun untuk mulai dari yang sederhana—berjalan cepat, naik tanjakan, hingga berkeringat. Latihan ringan dengan resistance band dan berdiri dengan satu kaki bisa jadi investasi jangka panjang bagi tubuh, tanpa perlu alat mahal.
Tidur yang Menyembuhkan Otak
Tidur, menurut Topol, bukan sekadar soal kuantitas tapi kualitas. Ia menyoroti sistem glimfatik—mekanisme tubuh yang membersihkan ‘sampah’ dari otak saat kita tidur. Tidur larut, makan malam terlalu banyak, atau rutinitas yang kacau bisa merusaknya. Ia kini tidur di jam yang sama tiap malam, kecuali jika sesekali “libur” di akhir pekan.
Makan Bersih, Hindari ‘Makanan Alien’
Topol sudah berhenti mengonsumsi daging merah sejak 40 tahun lalu. Fokusnya kini adalah ikan, sayuran, dan makanan alami. Ia memperingatkan bahaya makanan ultra-olahan—yang ia sebut “makanan alien”—dan menyarankan pembatasan semaksimal mungkin.
Minim Suplemen, Maksimalkan Alam
Topol tak percaya suplemen adalah kunci. Kecuali ada defisiensi spesifik, katanya, hidup sehat lebih ditentukan oleh pilihan harian: batasi alkohol, kelola stres, dan… jalan-jalanlah ke alam. “Alam menyembuhkan lebih banyak dari yang kita kira,” tutupnya.

