Virus Mematikan dari Hewan Rabies

Buletinkita.com – Tak semua virus datang diam-diam tanpa jejak. Salah satu yang patut diwaspadai adalah virus rabies—penyakit mematikan yang bisa menular dari hewan ke manusia, dan sering kali terlambat disadari hingga nyawa pun jadi taruhannya.

Rabies menyebar melalui air liur hewan yang terinfeksi, terutama lewat gigitan. Namun dalam beberapa kasus, virus ini juga bisa masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka atau selaput lendir, seperti mata atau mulut, yang terkena jilatan hewan terinfeksi.

Hewan penular rabies umumnya adalah kelelawar, rakun, rubah, sigung, dan anjing liar—terutama di negara-negara berkembang yang belum optimal dalam vaksinasi hewan peliharaan.

Mematikan Saat Gejala Muncul

Rabies adalah satu dari sedikit penyakit yang hampir selalu berujung pada kematian jika gejalanya sudah muncul. Dalam fase akhir, penderita bisa masuk koma dan meninggal hanya dalam hitungan hari. Bahkan, terapi suportif pun jarang bisa menyelamatkan.

Gejalanya kerap menyerupai flu di awal, seperti:
Demam
Sakit kepala
Mual dan muntah
Kecemasan dan kebingungan
Halusinasi
Sulit menelan
Produksi air liur berlebih
Kelumpuhan sebagian
Ketakutan pada angin dan air
Hydrophobia: Ketika Air Justru Menakutkan

Salah satu gejala khas rabies stadium lanjut adalah hydrophobia, atau ketakutan terhadap air. Bukan karena fobia psikologis, tapi karena rabies menyebabkan kejang otot di tenggorokan saat penderita mencoba menelan air. Akibatnya, mereka sering kali menolak minum meski merasa sangat haus.

Kondisi ini diperparah dengan halusinasi dan gangguan perilaku lain yang membuat penderita terlihat seperti ‘berubah’.

Langkah Pencegahan Itu Vital

Karena pengobatan rabies sangat terbatas jika gejala sudah muncul, pencegahan adalah kunci utama. Beberapa langkah penting antara lain:
Cuci luka gigitan segera dengan air dan sabun selama minimal 15 menit
Segera ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut
Dapatkan vaksin rabies dan antibodi bila diperlukan
Vaksinasi hewan peliharaan secara rutin

Mereka yang sering berinteraksi dengan hewan—seperti dokter hewan, petugas laboratorium, hingga penjelajah alam—disarankan mempertimbangkan vaksin rabies sebagai perlindungan dini.

Jangan tunggu sampai gejala muncul. Waspadai hewan liar, kenali risikonya, dan lindungi diri dengan langkah pencegahan yang tepat. Karena ketika rabies sudah menyerang, tak banyak yang bisa dilakukan—kecuali berharap. Dan itu, tak pernah cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published.